Nabi Dan Ahlul Bait

Penjelasan Kenapa Keluarga Muhammad Ikuti Ajaran Ibrahim as Bukan Isa as

Angga de Lova:

  1. Apakah benar tidak akan ada lagi yang makshum setelah 12 imam tersebut?
  2. Apakah sebelum imam makshum yang 12 ada jabatan/pangkat imam juga? Karena setahu saya yang namanya ummat pasti ada imam-nya.
  3. Apakah keluarga Kanjeng Nabi saww mengikuti ajaran nabi ibrahim? Kenapa tidak mengikuti ajaran nabi Isa as?
  4. Apakah kenabian berakhir karena agama Islam adalah agama paling sempurna? Kalau demikian kenapa agama sebelumnya tidak/kurang sempurna?
  5. Jikalau proses penentuan/pengangkatan nabi didasarkan pada manusia yang telah mencapai maqam insan kamil dan Allah memilih diantara mereka (para insan kamil) yang notabene pencapaian insan kamil adalah secara ikhtiari/proses, kenapa Nabi Isa as diangkat menjadi nabi karena terpaksa melindungi Ibunya yang tertuduh padahal beliau (nabi Isa ra) belum berproses menjadi insan kamil secara de facto bahkan beliau belum mengerti sebagaimana manusia lain? Ataukah memang proses menjadi Insan Kamil tersebut tidak perlu secara de facto, tetapi cukup secara/menurut Ilmu Tuhan saja, jikalau demikian apakah itu (proses/ ikhtiar yang belum de facto) bisa disebut dengan istilah proses/ikhtiar?

Di Arab ada fiqih yang mengatur tidak boleh bersetubuh dengan hewan, yang bagi masyarakat indonesia perbuatan itu sangat sangat aneh dan tidak mungkin terpikirkan oleh manusia normal.

Sinar Agama:

Salam dan terimakasih atas semua jempol dan komentarnya.

Sinar Agama:

Dharma, silahkan saja.

Sinar Agama:

Angga:

(1).     Mengingat Tuhan hanya mengabarkan kepada kita melalui NabiNya bahwa imam itu hanya 12 orang, maka bisa dipastikan bahwa makshum di umat Nabi saww hanya 12 orang. Karena itulah maka umur imam ke 12 dipanjangkan secara terpaksa. Karena kalau masih ada yang lain, maka tidak perlu adanya perpanjangan umur itu.

(2).     Di jaman sebelum Islam, biasanya selalu ada imam, walau derajatnya tidak seperti imam dalam Islam. Yakni adanya wali-wali Tuhan yang mencapai insan Kamil. Karena tanpa khalifatullah di muka bumi, maka alam ini bisa berantakan.

(3).     Keluarga kanjeng Nabi saww mengikuti ajaran nabi Ibrahim as karena ajaran itu yang ada di jazirah Arab yang, kemungkinan sampai saat itu belum terselewengkan. Ka’bah dan zamzam merupakan peninggalan nabi Ibrahim. Tentu saja penyelewengan itu ada, tapi dalam perakteknya yang muncul akibat adanya promosi perdagangan yang demi menyenangkan kabilah-kabilah yang berdagang dengan orang-orang Arab, maka patung-patung suku-suku yang ada itu diijinkan untuk meletakkan tuhan-tuhan/patung-patung mereka di Ka’bah. Tapi ajaran nabi Ibrahim as, tidak tercemari sama sekali, tidak seperti ajaran nabi Isa as.

Apapun kemungkinan-kemungkinan yang ada, yang terpenting adalah bahwa ajaran tauhid nabi Ibrahim sebegitu menggetar alam ini, maka beliau as dijuluki bapak tauhid. Karena itu layak untuk menjadi ikutan dan panutan. Walaupun, sekali lagi, agamanya itulah yg ada di Jazirah Arab kala itu, atau setidaknya agama asli di sana.

(4).     Agama berakhir dengan Islam karena agamanya sudah sempurna. Dan agama-agama sebelumnya belum sempurna, karena umatnya, walau dalam potensi, belum bisa diajak ke maqam yang paling tinggi dalam kehidupan dunia dan akhirat. Artinya, peradaban mereka belum memiliki potensi untuk menapaki kesempurnaan tertinggi. Apakah bisa hijab itu wajib di jaman nabi Adam as?

(5).     Ilmu Tuhan tentang manusia ini sudah ada sejak sebelum ada sejak/waktu. Dan ilmuNya yang mendahului kita tidak berbeda dengan IlmuNya setelah kita. Jadi, orang yang akan berikhtiar nanti itu, sama dengan keberikhtiarannya. Artinya sudah pasti akan demikian, karena IlmuNya tidak mungkin salah.

Nah, ketika IlmuNya demikian, lalu ada hal-hal sebelum kenabian seseorang yang membuat harus diambilnya jalan keluar yang tidak bisa tidak, harus menyangkut dengan pangkat kenabiannya, maka tidaklah bertentangan dengan akal gamblang adan hikmahNya, kalau Tuhan mendahulukan ganjaran, pahala dan pengumuman pangkat kenabiannya yang akan dicapainya nanti, sebagaimana yang telah terjadi pada nabi Isa as.

Antum merasa aneh orang bersetubuh dengan binatang di Indonesia? Saya justru merasa   aneh dengan keanehan antum ini. Sekitar tahun 1991-1992 saja pernah dimasukkan ke TV di Indonesia, akan adanya sapi yang berwajah manusia yang ia dalam keadaan menangis. Bagi yang memelihara kambing atau sapi, hal seperti itu, sangat bisa saja terjadi. Bahkan menurut cerita pelaut di Indonesia, ikan pari juga tidak luput dari kumpul kebonya orang Indonesia itu (eh kumpul ikan ya... berarti).

Tentu saja saya tidak bisa memastikan kejadian-kejadian itu, yakni akan adanya kumpul kebo, kumpul kambing atau kumpul ikan pari, tapi setidaknya cerita itu ada. Nah, karena itulah saya heran dengan herannya antum.

Jadi, tdk heran kalau dalam fikih Islam ada rincian hukum terhadap peristiwa di atas itu, misalnya binatangnya jadi haram (sudah tentu kalau ikan pari memang haram dari awal karena tidak bersisik). Kotorannya menjadi najis ... dsb.

Kalau boleh gurau, mestinya antum takut sedikit, jangan-jangan dalam Islam ada hukum yang mengatur orang yang merasa aneh dengan keanehan hukum Islam? he he he ....gurau... sudah tentu semua orang boleh merasa aneh terhadap apapun sekalipun hukum Islam. Akan tetapi ditanyakan kepada yang tahu untuk mencari kebenaran dan filsafatnya atau hikmahnya. Dan antum sudah melakukan hal yang baik itu, yakni ibadah yang sangat menyangkut pribadi antum sendiri yang, mungkin juga menyangkut orang lain. Yang jelas, antum telah melakukan sesuai dengan yang diperintah Tuhan. Hal itu karena kalau tidak ditanyakan, akan membuat keraguan dan membuat hati kita diombang-ambing syethan hingga lambat laun kepercayaan kita kepada Islam menjadi hilang.

Wassalam.

Bersambung ke artikel berikut :

Kenabian Isa as Yang Bukan Diatasdasarkan Ikhtiar Tapi Pengetahuan Tuhan Akan Keihtiaran Isa as Bagian 1

Kenabian Isa as Yang Bukan Diatasdasarkan Ikhtiar Tapi Pengetahuan Tuhan Akan Keihtiaran Isa as Bagian 2

Kenabian Isa as Yang Bukan Diatasdasarkan Ikhtiar Tapi Pengetahuan Tuhan Akan Keihtiaran Isa as Bagian 3

Kenabian Isa as Yang Bukan Diatasdasarkan Ikhtiar Tapi Pengetahuan Tuhan Akan Keihtiaran Isa as Bagian 5

Kenabian Isa as Yang Bukan Diatasdasarkan Ikhtiar Tapi Pengetahuan Tuhan Akan Keihtiaran Isa as Bagian 6

You need to be a member of Sinar Agama to add comments!

Join Sinar Agama

Nabi Dan Ahlul Bait

Penjelasan Kenapa Keluarga Muhammad Ikuti Ajaran Ibrahim as Bukan Isa as

Angga de Lova:

  1. Apakah benar tidak akan ada lagi yang makshum setelah 12 imam tersebut?
  2. Apakah sebelum imam makshum yang 12 ada jabatan/pangkat imam juga? Karena setahu saya yang namanya ummat pasti ada imam-nya.
  3. Apakah keluarga Kanjeng Nabi saww mengikuti ajaran nabi ibrahim? Kenapa tidak mengikuti ajaran nabi Isa as?
  4. Apakah kenabian berakhir karena agama Islam adalah agama paling sempurna? Kalau demikian kenapa agama sebelumnya tidak/kurang sempurna?
  5. Jikalau proses penentuan/pengangkatan nabi didasarkan pada manusia yang telah mencapai…
Read more…

Penjelasan Alam Dicipta Untuk Muhammad Saww (Sebab Tujuan dan Sebab Keberadaan)

Rico Cori:

Afwan, bukankah alam semua diciptakan karena engkau ya Muhammad SAW.

Sinar Agama:

Rico, semoga antum orangnya bukan orang yang terburu-buru yaitu yang meloncat dari bahasan yang belum selesai ke topik yang lain. Nah, untuk urusan keimamahan itu saya sudah selesai menjawabnya yang, kesimpulannya adalah: Bahwa karena yang mencapai maqam imamah dengan ikhtiarnya itu hanya 12 orang, maka hanya mereka yang layak jadi imam, karena imam harus makshum. Dan karena sertelah imam 12 tidak ada lagi orang makshum, maka terpaksa imam ke 12…

Read more…

Bismillahirrohmanirrohim

Sinar Agama:

Untuk menjadi nabi, rasul dan imam, tidak bisa sembarangan dan tidak pula diundi oleh Tuhan. Tapi berdasar pada potensi yang ada pada manusia itu. Karena itu saya pernah karena di suatu tulisan fb ini yang entah dimana, bahwa ditunjuknya nabi Muhammad saww sebagai nabi, bukan karena di tanah arab paling jahiliyyahnya tempat. Karena jelas di Indoesia, secara sepintas sangat mungkin lebih jahiliyyah lagi. Karena tidak ada sisa-sisa agama nabi Ibrahim as, dan kalau dilihat keberadaan bangsa yang kita lihat sekarang ini, maka Indonesia tidak biasa menyanjung kejujuran dan bahkan dianggap…

Read more…

Asal Keturunan Nabi Adam as

Rido Al’ Wahid: Saya ada pertanyaan nih ustad, afwan.. Karena mumpung pembahasannya tentang ini.. Pertnyaannya adalah, keturunan Nabi Adam ini berasal dari mana? Jika berdasarkan pahaman sunni bahwa manusia adalah dari keturunan Nabi adam yang berasal dari perkawinan anak-anak Adam, namun hal itu jelas bertentangan dengan hukum Tuhan dimana sesama saudara apalagi saudara kandung itu tidak boleh terjadi Dalam buku yang pernah saya baca ’Konsep Tuhan’ karya Yasin T. Al Jibouri, bahwa yang menikah dan menghasilkan keturunan adalah bukan berasal dari perkawinan saudara, lalu dia mengambil pandangan dari beberapa kalangan ulama, yang mengatakan bahwa keturunan…

Read more…

Info

Miliki Segera Buku Sinar Agama (1-12 Jilid dan Kamus)

Buku Sinar Agama Sudah di Jilid 7 (dari 13 jilid pertama),Tinggal sedikit lagi, doakan & Pesanlah segera.

Hub. via WhatsApp +6282288226060 Shadra Hasan

Bismillaah:

Video Clip Buku Sinar Agama

Tak ada kesyukuran kecuali pada Allah swt, tak ada rasa ta'zhim dan kesyukuran kecuali pada Nabi saww dan Ahlulbait as, tak ada rasa terimakasih kecuali pada para ulama pewaris anbiyaa' dan Rahbar hf tercinta, tak ada…

Read more…

Video Channel

Wasiat Sinar Agama

Beranda

Mengenal Syiah 12 Imam