Mizanul Hikmah

All Articles (2804)

867. Abdus Salam bin Saleh Harawi meriwayatkan, Aku mendengar Abal- Hasan Ali Ridha as berkata, “Semoga Allah merahmati seorang hamba yang menghidupkan ajaran kami (Ahlulbait).
Aku bertanya kepadanya, “Bagaimana cara menghidupkan ajaran kalian?”
Abul-Hasan menjawab, “Yaitu, dengan cara mempelajari ilmu-ilmu kami (Ahlilbait) dan mengajarkannya kepada manusia. Sebab, seandainya manusia mengetahui keindahan kata-kata kami, niscaya mereka mengikuti kami.”
Ma’anil Akhbar, hal. 180, hadis 1.
Hadits terkait:
Hadits Tentang Tabligh: Urgensi Tablig (Mizanul Hikmah: Bab 50 Nomor 864)
Hadits Tentang…

866. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya agama Allah Azza Wajalla ini tidak akan ada yang mampu menolongnya kecuali orang yang mengelilinginya dari semua sisinya (yakni mengetahui agama Allah ini secara mendalam).”
Al-Firdaus, jil. 1, hal. 234, hadis 897.
Hadits terkait:
Hadits Tentang Tabligh: Urgensi Tablig (Mizanul Hikmah: Bab 50 Nomor 864)
Hadits Tentang Tabligh: Urgensi Tablig (Mizanul Hikmah: Bab 50 Nomor 865)
Hadits Tentang Tabligh: Bersandar kepada Perkataan Ahlilbait as (Mizanul Hikmah: Bab 50…

865. Syarif bin Sabiq Taflisi dari Hammad Samdari meriwayatkan,Aku bertanya kepada Abu Abdillah Ja'far bin Muhammad as, “Sesungguhnya aku biasa memasuki negeri syirik, dan salah seorang dari kami mengatakan, ‘Jika kamu meninggal di sana, niscaya kamu akan dibangkitkan bersama mereka’. Benarkah demikian?”
Abu Abdillah as berkata kepadaku, “Hai Hammad, jika kamu berada di sana, apakah kamu menyampaikan ajaran kami dan kamu menyeru (manusia) kepadanya?”
Aku menjawab, “Ya.”
Abu Abdillah as berkata, “Jika kamu berada di negeri-negeri ini— yakni negeri-negeri İslam—, apakah kamu menyampaikan ajaran kami dan menyerukan (manusia) kepadanya?”
Aku jawab, “Tidak.”
Abu Abdillah as berkata kepadaku, “Sesungguhnya jika kamu meninggal di sana, niscaya kamu dibangkitkan sebagai satu umat dan…

864. Rasulullah saw bersabda, “Sebaik-baik umatku adalah orang yang menyeru kepada (ağama) Allah Yang Mahatinggi dan menjadikan hamba-hamba- Nya mencintai-Nya.”
Kanzul ‘Ummal, hadis 28779.
Hadits terkait:
Hadits Tentang Tabligh: Urgensi Tablig (Mizanul Hikmah: Bab 50 Nomor 865)
Hadits Tentang Tabligh: Pengetahuan yang Mendalam tentang Agama (Mizanul Hikmah: Bab 50 Nomor 866)
Hadits Tentang Tabligh: Bersandar kepada Perkataan Ahlilbait as (Mizanul Hikmah: Bab 50 Nomor…

863. Rasulullah saw bersabda, “Siapa saja yang menyeru kepada hidayah, maka dia mendapatkan pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.”
Ibnu Malik, al-Muwaththa’, jil. 1, hal. 218, hadis 41.
Hadits terkait:
Hadits Tentang Tabligh: Urgensi Tablig (Mizanul Hikmah: Bab 50 Nomor 860)
Hadits Tentang Tabligh: Urgensi Tablig (Mizanul Hikmah: Bab 50 Nomor 861)
Hadits Tentang Tabligh: Urgensi Tablig (Mizanul Hikmah: Bab 50 Nomor…

862. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa ada seseorang yang memeluk Islam di tangannya, pasti dia masuk surga.”
Al-Mu’jamul Kabir, jil. 17, hal. 285, hadis 786.
Hadits terkait:
Hadits Tentang Tabligh: Urgensi Tablig (Mizanul Hikmah: Bab 50 Nomor 860)
Hadits Tentang Tabligh: Urgensi Tablig (Mizanul Hikmah: Bab 50 Nomor 861)
Hadits Tentang Tabligh: Urgensi Tablig (Mizanul Hikmah: Bab 50 Nomor…

861. Rasulullah saw bersabda, “Jadikanlah Allah dicintai oleh hamba-hamba- Nya, niscaya Allah mencintaimu.”
Al-Mu’jamul Kabir, jil. 8, hal. 91, hadis 7461.
Hadits terkait:
Hadits Tentang Tabligh: Urgensi Tablig (Mizanul Hikmah: Bab 50 Nomor 860)
Hadits Tentang Tabligh: Urgensi Tablig (Mizanul Hikmah: Bab 50 Nomor 862)
Hadits Tentang Tabligh: Urgensi Tablig (Mizanul Hikmah: Bab 50 Nomor…

860. Rasulullah saw bersabda (kepada AN as), “Hai Ali, bahwasannya Allah memberikan hidayah kepada seseorang melaluimu adalah lebih baik bagimu daripada apa yang bumi berikan (yakni dunia dan seisinya).”
Al-Mustadrak ‘ala ash Shaihain, jil. 3, hal. 691, hadis 6537.
Hadits terkait:
Hadits Tentang Tabligh: Urgensi Tablig (Mizanul Hikmah: Bab 50 Nomor 861)
Hadits Tentang Tabligh: Urgensi Tablig (Mizanul Hikmah: Bab 50 Nomor 862)
Hadits Tentang Tabligh: Urgensi Tablig (Mizanul Hikmah: Bab 50 Nomor…

Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang Mukmin itu pergi semuanya (ke medarı perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di anlara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang ağama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.
QS. At-Taubah [9]: 122.
859. Rasulullah saw bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya aku memperbarui perkataan ini! Ketahuilah, dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, perintahkanlah mengerjakan yang makruf (amar makruf), dan laranglah mengerjakan yang mungkar (nahi…

858. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah benar-benar membenci seorang laki-laki fasih yang bermain-main dengan lisannya, sebagaimana bermain-mainnya al-Baqirah.”
Kanzul ‘Ummal, hadis 7919.
Hadits terkait:
Hadits Tentang Kefasihan: Perkataan yang Paling Fasih (Mizanul Hikmah: Bab 49 Nomor 856)
Hadits Tentang Kefasihan: Perkataan yang Paling Fasih (Mizanul Hikmah: Bab 49 Nomor 857)
Hadits Tentang Tabligh: Urgensi Tablig (Mizanul Hikmah: Bab 50 Nomor…

857. Imam Ali as berkata, “Sebaik-baik perkataan adalah yang dihias dengan tatanan yang baik dan mudah dipahami oleh semua orang, baik yang khusus maupun yang umum.”
Ghurarul Hikam, hadis 3304.
Hadits terkait:
Hadits Tentang Kefasihan: Perkataan yang Paling Fasih (Mizanul Hikmah: Bab 49 Nomor 856)
Hadits Tentang Kefasihan: Gembar-gembor dalam Pidato (Mizanul Hikmah: Bab 49 Nomor 858)
Hadits Tentang Tabligh: Urgensi Tablig (Mizanul Hikmah: Bab 50 Nomor…

856. Imam Ali as berkata, “Perkataan yang paling fasih adalah apa yang mudah kiasannya dalam akal dan yang baik ringkasannya.”
Ghurarul Hikam, hadis 3307.
Hadits terkait:
Hadits Tentang Kefasihan: Perkataan yang Paling Fasih (Mizanul Hikmah: Bab 49 Nomor 857)
Hadits Tentang Kefasihan: Gembar-gembor dalam Pidato (Mizanul Hikmah: Bab 49 Nomor 858)
Hadits Tentang Tabligh: Urgensi Tablig (Mizanul Hikmah: Bab 50 Nomor…

855. Imam Shadiq as berkata, “Tiga perkara yang di dalamnya terdapat kefasihan, yaitu: mendekati makna yang dituju, menjauhi pemanjangan perkataan, dan sedikit petunjuk (isyarat) berkenaan dengan banyak hal.”
Tuhaful ‘Uqul, hadis 317.
Hadits terkait:
Hadits Tentang Kefasihan: Kefasihan (Mizanul Hikmah: Bab 49 Nomor 852)
Hadits Tentang Kefasihan: Kefasihan (Mizanul Hikmah: Bab 49 Nomor 853)
Hadits Tentang Kefasihan: Kefasihan (Mizanul Hikmah: Bab 49 Nomor…

854. Imam Shadiq as berkata, “Kefasihan bukan dengan ketajaman lidah dan uraian panjang lebar.Tetapi, kefasihan adalah ketepatan dalam makna dan tercapainya hujah yang dikehendaki.”
Tuhaful ‘Uqul, hadis 312.
Hadits terkait:
Hadits Tentang Kefasihan: Kefasihan (Mizanul Hikmah: Bab 49 Nomor 852)
Hadits Tentang Kefasihan: Kefasihan (Mizanul Hikmah: Bab 49 Nomor 853)
Hadits Tentang Kefasihan: Kefasihan (Mizanul Hikmah: Bab 49 Nomor…

853. Imam Ali as berkata, “Terkadang kefasihan cukup dengan keringkasan (ucapan dan jawaban).”
Ghurarul Hikam, hadis 6666.
Hadits terkait:
Hadits Tentang Kefasihan: Kefasihan (Mizanul Hikmah: Bab 49 Nomor 852)
Hadits Tentang Kefasihan: Kefasihan (Mizanul Hikmah: Bab 49 Nomor 854)
Hadits Tentang Kefasihan: Kefasihan (Mizanul Hikmah: Bab 49 Nomor…

852. Imam Ali as berkata, “Kefasihan adalah kamu menjawab, dan tidak lambat (dalam menjawab), dan benar atau tidak keliru (dalam menjawab).”
Ghurarul Hikam, hadis 2150.
Hadits terkait:
Hadits Tentang Kefasihan: Kefasihan (Mizanul Hikmah: Bab 49 Nomor 853)
Hadits Tentang Kefasihan: Kefasihan (Mizanul Hikmah: Bab 49 Nomor 854)
Hadits Tentang Kefasihan: Kefasihan (Mizanul Hikmah: Bab 49 Nomor…

5495. Imam Ja’far Shadiq as, “Ada tiga perkara yang menunjukkan kemuliaan (kebesaran) seseorang: Budi pekerti yang baik, menahan amarah, dan menundukkan pandangan.”

( Tuhaf al-Uqul, hal. 319.)

Hadits lainnya :

Hadits Tentang Kemuliaan (Mizanul Hikmah : Bab 343 Nomor 5492)

Hadits Tentang Kemuliaan (Mizanul Hikmah : Bab 343 Nomor 5493)…

5494. Imam Hasan Mujtaba as, “Kemuliaan adalah mendermakan sesuatu yang baik dan memberi sebelum diminta.”

(Bihar al-Anwar, juz 44, hal.89, hadis ke-2.)

Hadits lainnya :

Hadits Tentang Kemuliaan (Mizanul Hikmah : Bab 343 Nomor 5495)

Hadits Tentang Kemuliaan (Mizanul Hikmah : Bab 343 Nomor 5492)

Hadits Tentang Kemuliaan (Mizanul Hikmah : Bab 343…

Mizanul Hikmah 1 - 4

887. Imam Shadiq as berkata, “Sesungguhnya orang yang paling besar mendapatkan cobaan adalah para nabi, kemudian yang (tingkatannya) mendekati mereka, kemudian yang serupa dengan mereka.”
Al-Kafi, jil. 2, hal. 252, hadis 1.
Hadits terkait:
Hadits Tentang Cobaan: Penyebab Cobaan (Mizanul Hikmah: Bab 51 Nomor 884)
Hadits Tentang Cobaan: Penyebab Cobaan (Mizanul Hikmah: Bab 51 Nomor 885)
Hadits Tentang Cobaan: Beratnya Cobaan yang Menimpa Orang Mukmin (Mizanul Hikmah: Bab 51…

Read more…

Apakah kamu mengira bakma kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, “Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.
QS. Al-Baqarah [2]: 214.
886. Imam Ali as berkata, “Sesungguhnya cobaan lebih cepat menimpa orang Mukmin yang bertakwa daripada hujan menimpa permukaan tanah.”
Biharul Anwar, jil.…

Read more…

885. Imam Ali as berkata, “Janganlah kamu merasa bangga dengan kekayaan dan kemakmuran; dan janganlah pula kamu bersedih dengan kefakiran dan cobaan, karena sesungguhnya emas diuji dengan api, dan orang Mukmin itu diuji dengan cobaan.”
Ghurarul Hikam, hadis 10394.
Hadits terkait:
Hadits Tentang Cobaan: Penyebab Cobaan (Mizanul Hikmah: Bab 51 Nomor 884)
Hadits Tentang Cobaan: Beratnya Cobaan yang Menimpa Orang Mukmin (Mizanul Hikmah: Bab 51 Nomor 886)
Hadits Tentang Cobaan: Beratnya Cobaan yang Menimpa…

Read more…

884. Imam Ali as berkata, “Benar-benar akan terjadi kekacauan yang hebat dan pembunuhan besar-besaran sehingga orang-orang yang dahulunya paling rendah di antara kalian menjadi orang-orang yang paling tinggi di antara kalian, dan orang-orang yang dahulunya paling tinggi di antara kalian menjadi orang-orang yang paling rendah di antara kalian; orang-orang yang dahulunya tertinggal (di antara kalian) menjadi orang-orang yang mendahului (terdepan), dan orang-orang yang dahulunya mendahului (di antara kalian) menjadi orang-orang yang tertinggal (di belakang).”
Biharul Anwar, jil. 5, hal. 218, hadis 12.
Hadits terkait:
Hadits Tentang Cobaan: Penyebab Cobaan (Mizanul Hikmah: Bab 51…

Read more…

Wasiat Sinar Agama

Mengenal Syiah 12 Imam

Akidah

Surga Nuzuli dan Surga Shu'udi

23. Akan tetapi karena nabi Adam as adalah manusia badani, selama apapun beliau as bisa bertahan untuk tidak bangun dan untuk tidak makan, maka akhirnya tetap ingin makan juga. Dan kala itulah keinginan makan beliau as itu tertajalli dalam…

Read more…

Al Quran Dan Hadits