Mizanul Hikmah

Allah Yang Mahatinggi berfirman, Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukan(nya).

QS. Yunus: 49.

Dan Kami tiada membinasakan sesuatu negeri pu, melainkan ada baginya ketentuan masa yang telah ditetapkan. Tidak ada sesuatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya dan tidak (pula) dapat mendahulukan(nya).

QS. Al-Hijr [15]:4-5.

Allah Yang Mahatinggi berfirman, “Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan (untuk berbangkit) yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang hari berbangkit itu.”

QS. Al-An’am [6]:2.

Imam Shadiq as berkata – tentang tafsir ayat tersebut -, “Ajal yang tidak ditentukan (ghair musamma) adalah digantungkan (mauquf). Dia mendahulukannya darinya sesuai dengan kehendak-Nya dan mengundurkannya darinya sesuai dengan kehendak-Nya. Adapun ajal yang ditentukan (al-musamma), maka ia adalah yang turun sesuai dengan kehendak-Nya apa yang akan terjadi dari lailatul qadr sampai lailatul qadr pada tahun berikutnya, dan itulah firman Allah. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukannya”

Bihar al-Anwar, jil. 5, hal. 139, hadis 3.

Hadits lain:
Hadits Tentang Ajal : Ajal, Benteng yang Kokoh (Mizanul Hikmah : Bab 3 Nomor 25)
Hadits Tentang Ajal : Segala Sesuatu Mempunyai Ajal (Mizanul Hikmah : Bab 3 Nomor 26)
Hadits Tentang Ajal : Segala Sesuatu Mempunyai Ajal (Mizanul Hikmah : Bab 3 Nomor 27)

Mizanul Hikmah 1 - 4

887. Imam Shadiq as berkata, “Sesungguhnya orang yang paling besar mendapatkan cobaan adalah para nabi, kemudian yang (tingkatannya) mendekati mereka, kemudian yang serupa dengan mereka.”
Al-Kafi, jil. 2, hal. 252, hadis 1.
Hadits terkait:
Hadits Tentang Cobaan: Penyebab Cobaan (Mizanul Hikmah: Bab 51 Nomor 884)
Hadits Tentang Cobaan: Penyebab Cobaan (Mizanul Hikmah: Bab 51 Nomor 885)
Hadits Tentang Cobaan: Beratnya Cobaan yang Menimpa Orang Mukmin (Mizanul Hikmah: Bab 51…

Read more…

Apakah kamu mengira bakma kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, “Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.
QS. Al-Baqarah [2]: 214.
886. Imam Ali as berkata, “Sesungguhnya cobaan lebih cepat menimpa orang Mukmin yang bertakwa daripada hujan menimpa permukaan tanah.”
Biharul Anwar, jil.…

Read more…

885. Imam Ali as berkata, “Janganlah kamu merasa bangga dengan kekayaan dan kemakmuran; dan janganlah pula kamu bersedih dengan kefakiran dan cobaan, karena sesungguhnya emas diuji dengan api, dan orang Mukmin itu diuji dengan cobaan.”
Ghurarul Hikam, hadis 10394.
Hadits terkait:
Hadits Tentang Cobaan: Penyebab Cobaan (Mizanul Hikmah: Bab 51 Nomor 884)
Hadits Tentang Cobaan: Beratnya Cobaan yang Menimpa Orang Mukmin (Mizanul Hikmah: Bab 51 Nomor 886)
Hadits Tentang Cobaan: Beratnya Cobaan yang Menimpa…

Read more…

884. Imam Ali as berkata, “Benar-benar akan terjadi kekacauan yang hebat dan pembunuhan besar-besaran sehingga orang-orang yang dahulunya paling rendah di antara kalian menjadi orang-orang yang paling tinggi di antara kalian, dan orang-orang yang dahulunya paling tinggi di antara kalian menjadi orang-orang yang paling rendah di antara kalian; orang-orang yang dahulunya tertinggal (di antara kalian) menjadi orang-orang yang mendahului (terdepan), dan orang-orang yang dahulunya mendahului (di antara kalian) menjadi orang-orang yang tertinggal (di belakang).”
Biharul Anwar, jil. 5, hal. 218, hadis 12.
Hadits terkait:
Hadits Tentang Cobaan: Penyebab Cobaan (Mizanul Hikmah: Bab 51…

Read more…

Wasiat Sinar Agama

Mengenal Syiah 12 Imam

Akidah

Surga Nuzuli dan Surga Shu'udi

23. Akan tetapi karena nabi Adam as adalah manusia badani, selama apapun beliau as bisa bertahan untuk tidak bangun dan untuk tidak makan, maka akhirnya tetap ingin makan juga. Dan kala itulah keinginan makan beliau as itu tertajalli dalam…

Read more…

Al Quran Dan Hadits