Mengenal Syiah 12 Imam

Perbedaan/Ikhtilaf Madzhab Islam Sudah Ada Sejak Pasca Wafat Nabi Saww

Agas Radityha Cahaya Abadi: Subhanallah, syukron. Ana punya pertanyaan, kenapa islam terbagi seperti muhamadiyah, nadlatul ulama, persis dan mungkin yang lain terkadang ana bingung..mohon dijelaskan???

Sinar Agama: B-S: semoga umur ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk agama kita, terutama jalur Ahlulbait as. Saya akan berusaha untuk tidak malas dan mendatangi status-status antum walau tak diundang.

Sinar Agama: A-B: u well come, antum bisa kunjungi juda catatan-catatanku.

Sinar Agama: F-C: Jangankan terimakasihmu, bahagiamu itu sudah cukup dan bahkan sudah berlebiha untukku. Karena bahagianya teman-teman sangat bisa menyelamatkanku di duniaakhirat kelak. Karena kebahagian mukminin adalah Ridha Allah. Dalam riwayat diaktakn bahwa yang bisa membantu teman seiman maka pahalanya sama dengan bertahun-tahun ibadah. Memang kuterima akhlak semua teman-teman yang berterima kasih dan bahkan mendo’akanku si durjana ini. Aku sangat terharu karenanya, dan akupun hampir tak pernah melupakannya dalam do’aku, semoga Tuhan menerima do’a kita semua. Adalah sangat berarti persahabatan dalam agama Allah di dunia yg hanya sekali kita singgahi dan sangat singkat ini. Jadi, mari kita tekun belajar dan mengaplikasikannya dalam kehidupan seraya saling bernasihat dan berdo’a.

Aku senang sekali dapat membahagiakanmu dengan statusku ini dan catatan-catatanku. Dan aku akan jauh lebih senang dan ridha kalau kamu, afwan, tidak memuat lagi gambar-gambar yang kurang bagus sekalipun untuk bergurau. Semoga aku dan kamu serta semua teman, selalu dalam Selimut HangatNya, amin. Marahilah aku kalau kamu tidak suka dengan nasihatku ini, tapi janganlah kamu tidak memaafkanku.

Sinar Agama: Agas: Salam dan terimakasih atas komentarmu. Tidak ada yang salah dari muslimin jaman sekarang dalam perbedaan terhadap agamanya. Karena kita semua adalah korban dari para pendahulu kita, sekalipun banyak juga dari mereka adalah korban dari generasi sebelumnya juga. Perbedaan ini, sdh terjadi sejak di jaman Nabi saww sendiri. Terkhusus ketika beliau sedang sakit, ketika beliau mau menulis washiat tapi dilarang oleh Umar (Bukhari, Muslim dan lain-lainnya). Setelah Nabi saww hadits-hadits yang ditulis dijaman beliau saww yang juga dengan ijin beliau saww dibakari. Mereka telah memerangi hadits dan dengan lantang mengatakan ”CukuplahQur'an”. Nah, ingkarulhadits ini sdh dimulai oleh khalifah pertama dan ke dua yang diteruskan oleh khalifah tiga.

Kamu tahu, betapa banyaknya peperangan diantara para shahabat sendiri. Berapa puluh, ratus dan mungkin ribuan yang mati diantara mereka. Ada yang setelah dipenggal lehernya, istrinya langsung dinaiki malam harinya. Atau beberpa orang dibakar hidup-hidup di depan umum. Dua hal ini terjadi ketika Abu Bakar mengutus Khalid bin Walid ke suku Bani Tamim. Kamu tahu, imam Ali as dibunuh kala shalat di masjid oleh muslimin yang lainnya yang dari kelompok Khawarij, imam Hasan as diracun Mu’awiyah, imam Husain as dibantai tentara Yazid dan kepalanya jadi mainan Yazid di meja singgasananya di istananya di Syam atau Suria sekarang. Begitu seterusnya ...imam-imam 12 yang makshum yang dari keturunan Nabi saww, dipenjarakan sebelum dibunuhi oleh para Khalifah Bani Umayyadh dan Bani Abbas, sampai akhirnya Tuhan mengghaibkan imam ke 12. Jadi, Muhammadiah dan NU ini terlalu kecil. Dulu semua orang di Indonesia ini semuanya bermadzhab Sunni Syafi’i. Lalu K H Ahmad Dahlan yang mulai terpengaruh ajaran Wahhabi yang dikirim kepadanya dari Saudi lewat majalah-majalah dan kitab-kitab, maka iapun merasa harus memurnikan Islam ini dari bid’ah-bid’ah dan kesyirikan. Akhirnya ulama Sunni tidak mau tinggal diam, mereka bangkit melawan gerakan yg membid’ahkan dan mengkafirkannya (memusyrikkan). Dan kebangkitannya itulah yang akhirnya menjadi Kebangkitan Ulama yang, dalam bahasa rabnya adalah NU itu. Prinsipnya, siapa saja yg menjadi korban sejarah ini, akan dimaafkan Tuhan, asal tidak mengganggu yang lainnya. Tentu saja asal belum sampai kepadanya apa-apa yang lebih benar. Atau kalau sudah sampai, tapi dia belum mamahaminya dengan baik dan benar. Jadi, kalau ketiga hal ini ada pada muslimin, maka sekalipun ia salah, akan tetap dimaafkan Tuhan. Tentu saja yang malas mencari dan berpangku tangan, sementara ia sendiri sudah merasakan adanya keganjilan beberapa ajaran yang dipegannya, dan mencari kebenaran itu mudah dilakukannya, tapi dia tetap berpangku tangan, maka kemungkinan ia tidak akan dimaafkan Tuhan dan akan dimasukkan ke dalam golongan yang salah dengan sengaja. Jadi, jalan selamat satu-satunya adalah selalu mencari jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan kita, dan selalu membandingkan apa-apa yang kita pegang dengan yang lainnya, kecuali kalau pencariannya terhadap yang dipengangnya itu sudah sampai ke dalil akal-mudah-gamblang dan pasti. Karena setelah itu, pencarian itu sudah tidak wajib lagi, secara akal-gamblag. 

Reinhard Treeanggono: Saya suka sekali note ini, syukran ya ustadz..

Bersambung ke artikel berikut:

Peristiwa Yang Terjadi Pada Nabi Adam as Dalam Tinjauan Filsafat Bagian 1

Peristiwa Yang Terjadi Pada Nabi Adam as Dalam Tinjauan Filsafat Bagian 2

Peristiwa Yang Terjadi Pada Nabi Adam as Dalam Tinjauan Filsafat Bagian 3

Peristiwa Yang Terjadi Pada Nabi Adam as Dalam Tinjauan Filsafat Bagian 4

Peristiwa Yang Terjadi Pada Nabi Adam as Dalam Tinjauan Filsafat Bagian 5

Peristiwa Yang Terjadi Pada Nabi Adam as Dalam Tinjauan Filsafat Bagian 6

Peristiwa Yang Terjadi Pada Nabi Adam as Dalam Tinjauan Filsafat Bagian 7

Peristiwa Yang Terjadi Pada Nabi Adam as Dalam Tinjauan Filsafat Bagian 9

You need to be a member of Sinar Agama to add comments!

Join Sinar Agama

Mengenal Syiah 12 Imam

Perbedaan/Ikhtilaf Madzhab Islam Sudah Ada Sejak Pasca Wafat Nabi Saww

Agas Radityha Cahaya Abadi: Subhanallah, syukron. Ana punya pertanyaan, kenapa islam terbagi seperti muhamadiyah, nadlatul ulama, persis dan mungkin yang lain terkadang ana bingung..mohon dijelaskan???

Sinar Agama: B-S: semoga umur ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk agama kita, terutama jalur Ahlulbait as. Saya akan berusaha untuk tidak malas dan mendatangi status-status antum walau tak diundang.

Sinar Agama: A-B: u well come, antum bisa kunjungi juda catatan-catatanku.

Sinar Agama: F-C: Jangankan terimakasihmu, bahagiamu itu sudah cukup dan bahkan…

Read more…

Wasiat Sinar Agama

Hari Besar Islam

Amalan Bulan Hijriah