Logika Filsafat dan Irfan

Tiga Alam (Jabarut, Malakut, Nasut)

4. Alam-Akal juga disebut dengan Jabaruut, Surga Muqarrabin, Malaikat-Tinggi atau ’Aliin. Dan Akal-Akhir juga disebut dengan “Kitab Terjaga” atau “al-Lauhu al-Mahfuzh” (baca: Ilmu Tuhan, bukan penentuan terhadap nasib manusia, lihat Pokok-pokok dan Ringkasan Ajaran Syi’ah bag:2 tentang ke-Adilan Tuhan). Barzakh juga disebut dengan Malakut, Khayal (bukan khayalan manusia), Mitsal, Kitab Qada dan Qadar (baca: Ilmu Tuhan yang masih bisa berubah, bukan penentuan nasib yang bisa berubah, lihat Pokok-pokok dan Ringkasan Ajaran Syi’ah bag: 2 tentang ke-Adilan Tuhan). Sedang Alam-Materi juga disebut dengan Nasut, Gerak, Jaman,
Proses...dst.

5. Letak surga-neraka dalam Filsafat dan Irfan, ada di Alam-Barzakh atau Alam-Tengah itu. Neraka adalah maqam terdekat dengan materi dan surga di atas maqam surga dan lebih jauh dari maqam materi.

6. Ketiga alam itu, satu sama lainnya, terkait dengan sistem sebab akibat, dimana yang atas menyebabkan yang di bawahnya dalam wujud dan keberadaan. Jadi yang atas menjadi tangan Tuhan untuk mewujudkan yang dibawahnya, seperti mani untuk mewujudkan tubuh manusia.

7. Karena yang atas yakni yang lebih dekat dengan Tuhan maqamnya (bukan tempat), adalah sebab bagi yang dibawah, maka yang di bawah sama sekali tidak akan bisa melepaskan diri darinya. Dan sudah tentu yang di atas akan menjadi semacam ruh dan asas bagi keberadaan yang dibawah. Jadi, sebagaimana badan manusia ada dalam keasasan mani yang telah menjadinya, maka alam atau wujud yang dibawah, ada dalam keasasan yang di atas tanpa bisa berpisah sedikitpun.

8. Karena penciptaan Alam-Materi melalui Barzakhi, maka masing-masing esensi yang ada di Alam-Materi ini, memiliki sebab tersendiri di Alam-Barzakh. Karena esensi api tidak mungkin diakibatkan oleh esensi air, atau esensi apapun selainnya, karena antara sebab dan akibatnya harus memiliki kesejenisan dan kemiripan (karenanya biji padi tidak mungkin mengakibatkan pohon kelapa dan semacamnya). Dengan demikian maka setiap esensi di Alam-Materi ini, memiliki esensi di Barzakh itu yang telah mewujudkannya dan mengeturnya. Yakni memiliki malaikat tersendiri di sana. Itulah yang dalam Filsafat dikenal dengan tuhan-Spesies, atau tuhan-Esensi (semuanya dengan “t” kecil), atau “Malaikat-Pengatur” atau “Mudabbiraati Amran” (QS: 79: 5)

9. Karena Neraka adalah yang tidak menyenangkan bagi manusia, artinya yang tidak selaras atau tidak berkesesuaian dengan manusia, seperti api, nanah, bangkai.....dst, maka berarti Neraka itu adalah maqam capaian manusia dengan tidak bertauhidnya, tidak berfikihnya...... dst dimana letak maqam tersebut di bagian paling bawah dari Alam-Barzakh manakala nanti kembali atau mati. Tentu saja yang mengatur mereka nanti adalah tuhan spesies dari masingmasing yang tidak menyenangkan itu yang, dalam istilah agama dikenal dengan “Malaikat-Neraka” atau “Malaikat-Penjaga-Neraka”. Begitu pula tentang surga, yakni yang menyenangkan dan berkesesuaian dengan esensi manusia, maka surga juga merupakan tempat atau maqam yang akan dicapai oleh manusia karena tauhidnya, fikihnya ...dan seterusnya dimana akan menempati di atas maqam neraka itu. Hal itu karena Surga maqam yang lebih jauh dari keterikatan dan kesukaan kepada duniafana dan kesukaan kepada kenikmatan-abadi. Karena itulah orang yang cinta dunia sulit memasuki surga.Sebaliknya dengan neraka, karena ia adalah tempat yang ketidakmanusiaan, ketidaklanggengan dalam kenikmatan (baca: kenikmatan dunia)....dst, maka ianya lebih dekat dengan alam materi. Karena itulah yang masuk ke neraka adalah orang-orang yang mencintai dunia.

Bersambung ke artikel berikut:

Peristiwa Yang Terjadi Pada Nabi Adam as Dalam Tinjauan Filsafat Bagian 1

Peristiwa Yang Terjadi Pada Nabi Adam as Dalam Tinjauan Filsafat Bagian 3

Peristiwa Yang Terjadi Pada Nabi Adam as Dalam Tinjauan Filsafat Bagian 4

Peristiwa Yang Terjadi Pada Nabi Adam as Dalam Tinjauan Filsafat Bagian 5

Peristiwa Yang Terjadi Pada Nabi Adam as Dalam Tinjauan Filsafat Bagian 6

Peristiwa Yang Terjadi Pada Nabi Adam as Dalam Tinjauan Filsafat Bagian 7

Peristiwa Yang Terjadi Pada Nabi Adam as Dalam Tinjauan Filsafat Bagian 8

Peristiwa Yang Terjadi Pada Nabi Adam as Dalam Tinjauan Filsafat Bagian 9

Email me when people comment –

You need to be a member of Sinar Agama to add comments!

Join Sinar Agama

Logika Filsafat Irfan

Tiga Alam (Jabarut, Malakut, Nasut)

4. Alam-Akal juga disebut dengan Jabaruut, Surga Muqarrabin, Malaikat-Tinggi atau ’Aliin. Dan Akal-Akhir juga disebut dengan “Kitab Terjaga” atau “al-Lauhu al-Mahfuzh” (baca: Ilmu Tuhan, bukan penentuan terhadap nasib manusia, lihat Pokok-pokok dan Ringkasan Ajaran Syi’ah bag:2 tentang ke-Adilan Tuhan). Barzakh juga disebut dengan Malakut, Khayal (bukan khayalan manusia), Mitsal, Kitab Qada dan Qadar (baca: Ilmu Tuhan yang masih bisa berubah, bukan penentuan nasib yang bisa berubah, lihat Pokok-pokok dan Ringkasan Ajaran Syi’ah bag: 2 tentang ke-Adilan Tuhan). Sedang Alam-Materi juga disebut dengan Nasut, Gerak, Jaman,
Proses...dst.

5. Letak surga-neraka dalam Filsafat dan Irfan, ada di Alam-Barzakh atau Alam-Tengah…

Read more…

by Sinar Agama (Notes) on Wednesday, January 26, 2011 at 7:16am

Bismillahirrahmaanirrahiim

Herry Yuli Sunarno: Salam ustadz.... afwan ana ingin bertanya lagi, mohon jawaban dari antum.. syukron. Tentang Firman Allah swt: ”Hai, jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan” (Qs. Ar Rahmaan : 33). Apa ya maknanya..?

Sinar Agama: Bismillaah…

1. Penjuru langit dan bumi itu, ada dua hal, materi dan non materinya. Materinya yang kita kenal dengan Alam-Materi yang dibatasi dengan langit pertama. Karena Tuhan mengatakan bahwa langit…

Read more…

by Sinar Agama (Notes) on Wednesday, January 26, 2011 at 7:13am

Bismillahirrahmaanirrahiiim

Oman Picisan : Assalamu ’alaikum. Ustadz tolong jelasin maksud Amr dalam Innama amruhu idza arada Allah syai-an an yaquula lahu kun fayakun, apakah Amr di situ Khusus Amr-nya Allah ataukah manusia jua mampu memiliki amr tersebut?

Sinar Agama : Bismillaah. Setidaknya ada dua macam makna yang saling bergesekan dan bersentuhan yang dapat diartikan dari Amr di ayat yang Anda tanyakan itu. Yang jelas amr di sini bermakna ”Urusan”, bukan perintah. Jadi, jamaknya adalah ”Umur”, bukan ”Awamir” yang berarti ”perintah-perintah”. Setelah kita tahu bahwa ”Amr” di sini adalah yang berjamak ”Umur” atau…

Read more…

Wahdatul Wujud, Berdasarkan Tinjauan Dalil Naqli

by Sinar Agama (Notes) on Tuesday, December 14, 2010 at 9:52pm

Bismillahirrahmanirrahim...

Sebelum saya meneruskan penjelasan naql (Qur'an-Hadits) tentang wahdatu al-wujud ini, perlu kiranya merangkum beberapa hal penting dari yang sudah kita bahas dengan dalil secara panjang lebar tentang wahdatu al-wujud ini, demi mempermudah penerapan atau pemahaman dari naql yang akan dipaparkan setelah ini. Jadi, bagi yang belum membaca kajian-kajian sebelumnya, maka diharap membaca penjelasan-penjelasan tentang Wahdatu al-wujud ini sejak dari bag: 1 s/d bag: 5 = seri tanya-jawab. Maksud saya kurang, profesional kalau belum membaca tulisan-tulisan itu lalu mempermasalahkan penjelasan berikut ini, karena…

Read more…

Wasiat Sinar Agama

Urgensi

Manusia

Anjuran Pemprioritasan Pencarian Ilmu dan Pengaplikasiannya

D-Gooh Teguh: Dan alangkah lebih baik jika kita mengurus perbaikan perabot sendiri dibanding mengurus rusaknya perabot tetangga. Perabot tetangga bisa terjual atau tidak bukanlah urusan kita. Sang…

Read more…

Ruh Manusia dan Unsur-unsurnya

10. Pewujudan dari Alam-Materi yang memiliki ruh, dan semua materi memiliki ruh, maka dengan dua proses.

(a) Proses materinya, seperti dari mani ke darah, ke daging, ke janin dan bayi.

(b)Peniupan ruhnya ketika badaniahnya sudah…

Read more…