Akidah

Surga Nuzuli dan Surga Shu'udi

23. Akan tetapi karena nabi Adam as adalah manusia badani, selama apapun beliau as bisa bertahan untuk tidak bangun dan untuk tidak makan, maka akhirnya tetap ingin makan juga. Dan kala itulah keinginan makan beliau as itu tertajalli dalam kasyafnya itu dengan mengingini makan buah kelanggengan tersebut. Maka makanlah beliau as dalam kasyafnya itu. Artinya, di alam materi ini beliau as sudah memutuskan dengan sebenar-benar keputusan bahwa beliau as mau bangun dan menjalani kehidupan alam materinya sebagaimana tugasnya sebagai KhalifahNya.

24. Jadi tidak ada dosa bagi beliau as. Tapi karena beliau as salah satu insan kamil dan bahkan yang pertamanya lagi, dan begitu pula sebagai nabi pertama juga, maka sudah pasti ketidaktaatan dalam tingkatan kasyaf atau mimpi itupun merupakan ketidakenakan bagi beliau as dan merupakan dosa bagi beliau as sebagai adab maqam keinsankamilan atau adab kenabiannya. Maka dari itulah beliau as meminta maaf dan ampunan kepadaNya. Persis seperti orang sakit yang tidak bisa duduk untuk menemui tamu kehormatannya dimana ia minta maaf untuk itu sekalipun tidak salah secara hakikatnya.

25. Dan ketika nabi Adam as sudah memutuskan untuk makan supaya langgeng alias hidup karena memang sudah lapar, maka Tuhan mengeluarkannya dari surga, yakni dari maqam surga yang dikasyafinya itu. Dan dengan penjelasan di atas itu dapat dipahami bahwa kepengusiran Tuhan dari surga terhadap nabi Adam as itu, bukan kepengusiran kehinaan, tapi sangat natural dan alami. Maksudnya adalah Tuhan menyuruhnya bangun dari mimpi wahyunya itu atau dari kasyafnya itu. Jadi, dari pihak nabi Adam as tidak ada dosa, dan dari pihak Tuhan juga tidak ada kebencian, kepenghardikan dan penghinaan atau pengusiran. Jadi, kata “Keluarlah dari surga” artinya adalah “Bangunlah dan jalanilah hidupmu sebagaimana mestinya di bumi ini”. Begitu pula dapat diketahui dengan gamblang, bahwa kepenggangguan syetan terhadap nabi Adam as itu hanyalah keinginan syetan untuk mempercepat pergulatannya dengan manusia di bumi dimana kalau nabi Adam as tidak bangun, maka hal itu tidak bisa segera dimulai. Dan kalau kepenggangguannya belum bisa dimulai, maka ia tidak akan dapat segera membuktikan kepada Tuhan tentang kebenarannya bahwa ia (jin) lebih baik dari manusia. Karena sewaktu ditegur oleh Tuhan mengapa ia tidak mau sujud kepada nabi Adam as, ia menjawab bahwa ia lebih utama dari manusia. Dan ketika Tuhan murka kepadanya, iapun menantang Tuhan dengan meminta memberinya perpanjangan umur untuk digunakan dalam pembuktian terhadap dakwaannya (klaim) itu, yakni pengakuan bahwasannya jin yang dicipta dari api lebih baik dari manusia yang dicipta dari tanah.

26. Surga nabi Adam as ini dalam filsafat dikenal dengan Surga-Nuzuli atau Surga-Turun. Yakni yang dimasuki dikala ruh nabi Adam as sedang dalam proses penurunannya ke bumi. Sedang surga yang akan dihuni penghuninya setelah hari kiamat kelak diistilahkan dengan Surga- Shu’udi atau Surga-Naik. Yakni surga yang dimasuki karena kenaikan derajat manusia denganamal-amalnya. Dan karena itulah, menurut para filosof, sekalipun secara esensi kedua surga itu adalah sama, namun orang yang masuk ke dalam Surga-Turun itu bisa keluar, tapi yang masuk ke Surga-Naik, tidak bisa keluar dan abadi di dalamnya.

Bersambung ke artikel berikut:

Peristiwa Yang Terjadi Pada Nabi Adam as Dalam Tinjauan Filsafat Bagian 1

Peristiwa Yang Terjadi Pada Nabi Adam as Dalam Tinjauan Filsafat Bagian 2

Peristiwa Yang Terjadi Pada Nabi Adam as Dalam Tinjauan Filsafat Bagian 3

Peristiwa Yang Terjadi Pada Nabi Adam as Dalam Tinjauan Filsafat Bagian 5

Peristiwa Yang Terjadi Pada Nabi Adam as Dalam Tinjauan Filsafat Bagian 6

Peristiwa Yang Terjadi Pada Nabi Adam as Dalam Tinjauan Filsafat Bagian 7

Peristiwa Yang Terjadi Pada Nabi Adam as Dalam Tinjauan Filsafat Bagian 8

Peristiwa Yang Terjadi Pada Nabi Adam as Dalam Tinjauan Filsafat Bagian 9

You need to be a member of Sinar Agama to add comments!

Join Sinar Agama

Akidah

Surga Nuzuli dan Surga Shu'udi

23. Akan tetapi karena nabi Adam as adalah manusia badani, selama apapun beliau as bisa bertahan untuk tidak bangun dan untuk tidak makan, maka akhirnya tetap ingin makan juga. Dan kala itulah keinginan makan beliau as itu tertajalli dalam kasyafnya itu dengan mengingini makan buah kelanggengan tersebut. Maka makanlah beliau as dalam kasyafnya itu. Artinya, di alam materi ini beliau as sudah memutuskan dengan sebenar-benar keputusan bahwa beliau as mau bangun dan menjalani kehidupan alam materinya sebagaimana tugasnya sebagai KhalifahNya.

24. Jadi tidak ada dosa bagi beliau as. Tapi karena beliau as salah satu insan kamil dan bahkan yang pertamanya lagi, dan begitu pula sebagai…

Read more…

Imam Memegang Pemerintahan Langit dan Bumi Bag 2

by Sinar Agama (Notes) on Wednesday, September 15, 2010 at 8:32pm

Bismillahirrahmanirrahim,...

Melanjutkan jawaban terhadap permasalahan yang dibawa Abd Bagis, yaitu poin (d) tentang:
IMAM MEMEGANG PEMERINTAHAN LANGIT DAN BUMI
Jawaban-2-a Untuk Poin (e):
Sebenarnya, setelah melewati jawaban-1 (e), sudah dapat diketahui bahwa para imam/khalifah
memegang pemerintahan langit dan bumi, sekalipun mereka tidak punya ikhtiar apapun kecuali
hanya sebagai perantara Allah mengatur para malaikat yang mengatur alam ini. Dan sekalipun
mereka harus hidup sebagaimana mestinya sebagai seorang manusia yang memiliki taklif.


Dalam banyak ayat dan riwayat telah mengisyaratkan kepada ketinggian derajat mereka…

Read more…

Imam Memegang Pemerintahan Langit dan Bumi Bag 1

by Sinar Agama (Notes) on Sunday, September 12, 2010 at 8:27pm

Bismillahirrahmanirrahim,...

Melanjutkan permasalahan yang dibawa Abd Bagis, yaitu poin (d) tentang:
IMAM MEMEGANG PEMERINTAHAN LANGIT DAN BUMI
Setelah kita bahas masalah (a), (b), (c) dan (d), maka tibalah saatnya, dengan ijin Allah, kita
bahas yang terakhir dari yang dibawa Abb Bagis, yaitu masalah (e): Bahwa imam memegang
pemerintahan langit dan bumi.


Jawaban-1 Untuk Poin (e):
Dalam QS: 2:30, Allah berfirman: ”Dan ketika Tuhanmu berkata kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya
Aku akan membuat/mengangkat khalifah di bumi’. Para malaikat berkata: ‘Apakah Engkau akan
menjadikan sesiapa manusia) yang akan membuat kerusakan di…

Read more…

Imam Memegang Pemerintahan Langit dan Bumi Bag 3

by Sinar Agama (Notes) on Thursday, September 30, 2010 at 7:09am

Bismillahirrahmanirrahim,...

Melanjutkan jawaban terhadap permasalahan yang dibawa Abd Bagis, yaitu poin (d) tentang:
IMAM MEMEGANG PEMERINTAHAN LANGIT DAN BUMI
15. Doa tanpa shalawat pada Rasul saww dan Ahlubait as, akan menjadi tertutup dan dengan
shalawat, akan menjadi terkabul (Kanzu al-‘Ummal 1:173; Shawa’iqu al-Muhriqoh 88; Faidhu
al-Qodir 5:19; Thabrani di tafsir Kabirnya; Baihaqi di Syu’abi al-Imannya; dan lain-lain).
Shalawat pada Nabi saww harus menyertakan Keluarga beliau saww yang suci/Aali (Bukhari
di kitab Da’awaat, bab shalawat atas Nabi saww; dan segudang lainnya).
Bahkan Shalat lima kali (dalam 3 waktu) menjadi batal…

Read more…

Wasiat Sinar Agama

Urgensi